Wisata

Kegelisahan Pengrajin Perak Koto Gadang

Sumbarkita.com, Agam – Selain menjadi tanah kelahiran sejumlah tokoh nasional seperti Haji Agus Salim, Nagari Koto Gadang di Kabupaten Agam Sumatera Barat juga sentra kerajinan perak di Sumatera Barat sejak zaman Belanda. Namun kondisi kerajinan perak di daerah tersebut hingga tahun 2013, mulai mengkhawatirkan. Menurut salah seorang pengrajin, Asri Mancayo,pengrajin yang bertahan hanya delapan orang.

Kondisi itu menurutnya akibat melambungnya harga perak yang mencapai 10 juta rupiah per kilogram. Akibatnya ia dan pengrajin lain tidak mampu lagi membeli bahan baku dalam jumlah banyak. Selain minimnya modal, ia juga menyebut menurunnya kunjungan wisatawan menjadi salah satu penyebab.

Lesunya industri kerajinan perak Koto Gadang menurut Asri Sutan Mancayo sudah terjadi sejak 15 tahun lalu. Banyak pengrajin yang saat beralih ke profesi lain.

Meski khawatir kerajinan perak Koto Gadang terancam punah, namun ia bertekad mempertahankan usaha warisan keluarganya itu, sebagai salah satu identitas Koto Gadang. Asri berharap ada bapak angkat yang membantu  mengembangkan kerajinan perak Koto Gadang hingga bisa kembali meraih kejayaan.(Ich)

 

Komentar Anda