Budaya

Syahdunya Alunan Dikia Rabano

Sumbarkita.com – Keberadaan Dikia Rabano tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Islam di Ranah Minangkabau. Kesenian ini dulunya menjadi salah satu media siar Islam yang dimainkan oleh kaum laki – laki di surau – surau.

Dikia Rabano  juga kerap dimainkan pada sejumlah prosesi adat seperti Turun Mandi Anak, Maanta Marapulai dan pesta perkawinan.

Pertunjukan ini mengharmoniskan zikir atau shalawat nabi dengan ketukan – ketukan alat perkusi rebana, dengan mengikuti tinggi rendahnya zikir yang dinyanyikan. Pelantunnya bahkan kerap larut dalam zikir yang mereka bawakan.

Di Sumatera Barat, Dikia Rabano bisa di jumpai di sejumlah daerah seperti di kabupaten Dharmasraya, Pauh, Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kehadiran kesenian penambah khasanah budaya nasional ini perlu dilestarikan agar tidak punah seiring semakin digandrunginya musik – musik luar negeri oleh generasi penerus. (Ncu)

 

Komentar Anda